Oleh: fitrianitrirahayu | 14 Maret 2010

CATATAN SEORANG PEMULA

Hari yang menyenangkan dapat belajar membuat blog dengan seorang blogger handal. Selain membuat blog disampaikan juga motivasi-motivasi yang membangun untuk bisa hidup dengan perubahan yang positif.

Oleh: fitrianitrirahayu | 16 Oktober 2010

RPP OPEN CLASS DALAM RANGKA WORDSHOP MKKS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

TAHUN  PELAJARAN  2010 / 2011

 

Nama Sekolah : SMP NEGERI 1 PENGADEGAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VIII/1
Komponen : Kemampuan Berbahasa
Aspek : Menulis
Standar Kompetensi : 4.  Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan  petunjuk
Kompetensi Dasar : 4.3   Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif
Indikator :
  • Mampu menjelaskan ciri-ciri penggunaan bahasa petunjuk
  • Mampu menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis petunjuk melakukan sesuatu
  • Mampu menyebutkan langkah-langkah menulis petunjuk melakukan sesuatu
  • Mampu menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif
Alokasi Waktu : 2  X  40 menit ( 1 x pertemuan)
  1. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah selesai kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat :

  1. menjelaskan ciri-ciri penggunaan bahasa petunjuk
  2. menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis petunjuk melakukan sesuatu
  3. menyebutkan langkah-langkah menulis petunjuk melakukan sesuatu
  4. menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif

 

  1. MATERI PEMBELAJARAN

Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu dengan Urutan yang  Tepat dan Menggunakan Bahasa yang Efektif

Petunjuk tertulis adalah wacana yang berisi penjelasan proses pembuatan sesuatu /pengguna-an sesuatu. Wacana eksposisi proses menggunakan pilihan kata yang konkret ( dengan ukuran arah, batas, yang jelas) dan struktur kalimat perintah. Urutan petunjuk tertulis harus jelas, logis, dan mudah diikuti.

Ciri-ciri bahasa petunjuk

  1. Pilihan kata-katanya singkat dan jelas
  2. Menggunakan kalimat efektif
  3. Isinya tidak menimbulkan salah tafsir
  4. Disajikan dalam langkah-langkah berurutan

Langkah-langkah penulisan petunjuk melakukan sesuatu :

  1. Tentukan isi petunjuk
    1. Pilihlah calon sasaran petunjuk yang akan dituju
    2. Buatlah kerangka urutan petunjuk yang harus dilaksanakan
    3. Tulislah petunjuk secara lengkap
    4. Menyunting ulang tulisan tersebut.

Contoh petunjuk melakukan sesuatu

  1. Cara bertelepon di wartel
    1. Angkat gagang telepon
    2. Tekan nomor yang dituju
    3. Ucapkan salam jika sudah terdengar nada sambung
    4. Perkenalkan diri dan sampaikan orang yang dituju
    5. Bicara seperlunya saja
    6. Jika sudah selesai ucapkan terima kasih dan salam penutup
    7. Letakkan gagang telepon ke tempat semula dengan benar

II         Petunjuk Cara mencuci Dengan deterjen

  1. Pisahkan cucian yang mudah luntur warnanya
  2. Larutkan 30 gram deterjen ke dalam 10 liter air
  3. Rendam cucian selama 30 menit
  4. Kucek kemudian bilas dengan air hingga bersih
  5. Jemur pakaian hingga kering

  1. C. METODE PEMBELAJARAN
    1. Tanya jawab
    2. Inkuiri
    3. Diskusi
    4. Demonstrasi

 

  1. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
 

NO.

 

KEGIATAN

ALOKASI

WAKTU

 

1

 

2

 

3

 

4

 

5

Kegiatan Awal

Guru menyiapkan siswa secara fisik maupun psikis untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar

Guru mengaitkan pengalaman siswa dengan materi pembelajaran tentang menulis petunjuk melakukan sesuatu

Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan cara penulisan petunjuk melakukan sesuatu

Guru memberikan motivasi kepada siswa tentang petunjuk dan kebermaknaan menulis petunjuk melakukan sesuatu

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran materi yang akan dipelajari

 

10

 

 

1

 

2

3

4

5

 

 

6

 

7

 

8

 

9

 

10

 

11

 

Kegiatan Inti

Eksplorasi

Siswa mencermati contoh petunjuk untuk melakukan sesuatu yang telah disiapkan sebelumnya

Siswa mengidentifikasi ciri-ciri penggunaan bahasa petunjuk

Siswa mendiskusikan urut-urutan

Siswa menyimpulkan ciri-ciri bahasa petunjuk;

Siswa dan guru bertanya jawab tentang penyuntingan bahasa petunjuk (model) yang belum efektif;

Elaborasi

Guru menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis petunjuk melakukan sesuatu

Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang langkah-langkah untuk menulis petunjuk untuk sesuatu

Siswa secara berkelompok menulis petunjuk dengan memperhatikan ciri-ciri bahasa petunjuk;

Siswa menyunting bahasa pentujuk yang telah disusun kelompok lain.

Konfirmasi

Siswa bersama guru menyimpulkan pentingnya penulisan petunjuk melakukan sesuatu

Guru memberi penegasan tentang hal yang harus diperhatikan dalam penulisan petunjuk melakukan sesuatu

 

60

 

1

2

3

Kegiatan Akhir

Siswa dan guru bertanya jawab tentang hasil suntingan;

Siswa dan guru melakukan refleksi

Siswa mendapatkan tugas mandiri takterstruktur

 

10

 

  1. E. SUMBER BELAJAR
    1. Purwaningtyastuti, Ratna. 2005. Buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia Kelas VIII . Grahadi : Surakarta.
    2. LKS “Binar” halaman 53
    3. Tarigan, Djago. 1999. Pintar Berbahasa Indonesia Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Kelas 3. Balai Pustaka: Jakarta.

  1. F. PENILAIAN

a. Teknik                           : Tes tulis, tes unjuk kerja

b. Bentuk instrumen         : Tes uraian, uji petik kerja produk

c. Soal/Instrumen              : ..

 

  1. 1. Pernahkah kamu membuat nasi goreng? Nasi goreng begitu sedap jika dimakan dalam keadaan hangat. Nah, caba kalian buat petunjuk cara memasak nasi goreng dengan terlebih menyebutkan bahan-bahannya.

JAWABAN

Bahan- bahan : …………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

Cara Memasak: ……………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

Cara Menyajikan: ……………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

 

  1. Di bawah ini ada petunjuk melakukan sesuatu, tetapi susunannya belum urut. Coba kalian urutkan susunannya sehingga menjadi petunjuk melakukan sesuatu yang tepat!

Petunjuk cara menggunakan blender

  1. Tekan tombol menghidupkan blender (on)
  2. Masukkan bahan ke wadah besar
  3. Tancapkan steker ke stopkontak
  4. Tunggu hingga halus
  5. Tutup dan letakkan di atas bagian penggerak
  6. Matikan aliran listrik
  7. Tekan tombol off jika selasai

 

JAWABAN:……………………………………………………………………

………………………………………………………………………………….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Skor maksimal:

No.1 = 7

No.2 = 3

Jumlah skor maksimal = 10

Penilaian Pengamatan (Ahlak Mulia dan Kepribadian )

 

Pengamatan Terhadap Ahlak Mulia

Aspek yang diamati meliputi :

  1. Disiplin
  2. Tanggung jawab
  3. Hubungan sosial
  4. Kejujuran

 

 

 

Pengamatan Kepribadian

Aspek yang diamati meliputi :

  1. Bertanggung jawab
  2. Percaya diri
  3. Saling menghargai
  4. Bersikap santun
  5. Kompetitif

 

 

 

Keterangan : skala likert       4= BS        3= B        2= C          1 = K

 

Jumlah Skor : 18- 20    =    Baik Sekali

13-17     =    Baik

8-12     =    Cukup

> 8     =    Kurang

 

 

Mengetahui                                                             Pengadegan, 9 Oktober 2010

Kepala Sekolah,                                                      Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

Masrun, S.Pd.                                                         Fitriani Tri Rahayu, S.Pd.

NIP  19680531 199303 1 008                                NIP 19800814 200801 2 018

 

 

 

 

 

Guru kolega :       Tugiya    ………………………

 

Narsim   ………………………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

TAHUN  PELAJARAN  2010 / 2011

 

Nama Sekolah : SMP NEGERI 1 PENGADEGAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VIII/1
Komponen : Kemampuan Berbahasa
Aspek : Menulis
Standar Kompetensi : 4.  Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan  petunjuk
Kompetensi Dasar : 4.3   Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif
Indikator :
  • Mampu menjelaskan ciri-ciri penggunaan bahasa petunjuk
  • Mampu menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis petunjuk melakukan sesuatu
  • Mampu menyebutkan langkah-langkah menulis petunjuk melakukan sesuatu
  • Mampu menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif
Alokasi Waktu : 2  X  40 menit ( 1 x pertemuan)
  1. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah selesai kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat :

  1. menjelaskan ciri-ciri penggunaan bahasa petunjuk
  2. menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis petunjuk melakukan sesuatu
  3. menyebutkan langkah-langkah menulis petunjuk melakukan sesuatu
  4. menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif

 

  1. MATERI PEMBELAJARAN

Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu dengan Urutan yang  Tepat dan Menggunakan Bahasa yang Efektif

Petunjuk tertulis adalah wacana yang berisi penjelasan proses pembuatan sesuatu /pengguna-an sesuatu. Wacana eksposisi proses menggunakan pilihan kata yang konkret ( dengan ukuran arah, batas, yang jelas) dan struktur kalimat perintah. Urutan petunjuk tertulis harus jelas, logis, dan mudah diikuti.

Ciri-ciri bahasa petunjuk

  1. Pilihan kata-katanya singkat dan jelas
  2. Menggunakan kalimat efektif
  3. Isinya tidak menimbulkan salah tafsir
  4. Disajikan dalam langkah-langkah berurutan

Langkah-langkah penulisan petunjuk melakukan sesuatu :

  1. Tentukan isi petunjuk
    1. Pilihlah calon sasaran petunjuk yang akan dituju
    2. Buatlah kerangka urutan petunjuk yang harus dilaksanakan
    3. Tulislah petunjuk secara lengkap
    4. Menyunting ulang tulisan tersebut.

Contoh petunjuk melakukan sesuatu

  1. Cara bertelepon di wartel
    1. Angkat gagang telepon
    2. Tekan nomor yang dituju
    3. Ucapkan salam jika sudah terdengar nada sambung
    4. Perkenalkan diri dan sampaikan orang yang dituju
    5. Bicara seperlunya saja
    6. Jika sudah selesai ucapkan terima kasih dan salam penutup
    7. Letakkan gagang telepon ke tempat semula dengan benar

II         Petunjuk Cara mencuci Dengan deterjen

  1. Pisahkan cucian yang mudah luntur warnanya
  2. Larutkan 30 gram deterjen ke dalam 10 liter air
  3. Rendam cucian selama 30 menit
  4. Kucek kemudian bilas dengan air hingga bersih
  5. Jemur pakaian hingga kering

  1. C. METODE PEMBELAJARAN
    1. Tanya jawab
    2. Inkuiri
    3. Diskusi
    4. Demonstrasi

 

  1. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
 

NO.

 

KEGIATAN

ALOKASI

WAKTU

 

1

 

2

 

3

 

4

 

5

Kegiatan Awal

Guru menyiapkan siswa secara fisik maupun psikis untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar

Guru mengaitkan pengalaman siswa dengan materi pembelajaran tentang menulis petunjuk melakukan sesuatu

Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan cara penulisan petunjuk melakukan sesuatu

Guru memberikan motivasi kepada siswa tentang petunjuk dan kebermaknaan menulis petunjuk melakukan sesuatu

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran materi yang akan dipelajari

 

10

 

 

1

 

2

3

4

5

 

 

6

 

7

 

8

 

9

 

10

 

11

 

Kegiatan Inti

Eksplorasi

Siswa mencermati contoh petunjuk untuk melakukan sesuatu yang telah disiapkan sebelumnya

Siswa mengidentifikasi ciri-ciri penggunaan bahasa petunjuk

Siswa mendiskusikan urut-urutan

Siswa menyimpulkan ciri-ciri bahasa petunjuk;

Siswa dan guru bertanya jawab tentang penyuntingan bahasa petunjuk (model) yang belum efektif;

Elaborasi

Guru menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis petunjuk melakukan sesuatu

Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang langkah-langkah untuk menulis petunjuk untuk sesuatu

Siswa secara berkelompok menulis petunjuk dengan memperhatikan ciri-ciri bahasa petunjuk;

Siswa menyunting bahasa pentujuk yang telah disusun kelompok lain.

Konfirmasi

Siswa bersama guru menyimpulkan pentingnya penulisan petunjuk melakukan sesuatu

Guru memberi penegasan tentang hal yang harus diperhatikan dalam penulisan petunjuk melakukan sesuatu

 

60

 

1

2

3

Kegiatan Akhir

Siswa dan guru bertanya jawab tentang hasil suntingan;

Siswa dan guru melakukan refleksi

Siswa mendapatkan tugas mandiri takterstruktur

 

10

 

  1. E. SUMBER BELAJAR
    1. Purwaningtyastuti, Ratna. 2005. Buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia Kelas VIII . Grahadi : Surakarta.
    2. LKS “Binar” halaman 53
    3. Tarigan, Djago. 1999. Pintar Berbahasa Indonesia Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Kelas 3. Balai Pustaka: Jakarta.

  1. F. PENILAIAN

a. Teknik                           : Tes tulis, tes unjuk kerja

b. Bentuk instrumen         : Tes uraian, uji petik kerja produk

c. Soal/Instrumen              : ..

 

  1. 1. Pernahkah kamu membuat nasi goreng? Nasi goreng begitu sedap jika dimakan dalam keadaan hangat. Nah, caba kalian buat petunjuk cara memasak nasi goreng dengan terlebih menyebutkan bahan-bahannya.

JAWABAN

Bahan- bahan : …………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

Cara Memasak: ……………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

Cara Menyajikan: ……………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

 

  1. Di bawah ini ada petunjuk melakukan sesuatu, tetapi susunannya belum urut. Coba kalian urutkan susunannya sehingga menjadi petunjuk melakukan sesuatu yang tepat!

Petunjuk cara menggunakan blender

  1. Tekan tombol menghidupkan blender (on)
  2. Masukkan bahan ke wadah besar
  3. Tancapkan steker ke stopkontak
  4. Tunggu hingga halus
  5. Tutup dan letakkan di atas bagian penggerak
  6. Matikan aliran listrik
  7. Tekan tombol off jika selasai

 

JAWABAN:……………………………………………………………………

………………………………………………………………………………….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Skor maksimal:

No.1 = 7

No.2 = 3

Jumlah skor maksimal = 10

Penilaian Pengamatan (Ahlak Mulia dan Kepribadian )

 

Pengamatan Terhadap Ahlak Mulia

Aspek yang diamati meliputi :

  1. Disiplin
  2. Tanggung jawab
  3. Hubungan sosial
  4. Kejujuran

 

 

 

Pengamatan Kepribadian

Aspek yang diamati meliputi :

  1. Bertanggung jawab
  2. Percaya diri
  3. Saling menghargai
  4. Bersikap santun
  5. Kompetitif

 

 

 

Keterangan : skala likert       4= BS        3= B        2= C          1 = K

 

Jumlah Skor : 18- 20    =    Baik Sekali

13-17     =    Baik

8-12     =    Cukup

> 8     =    Kurang

 

 

Mengetahui                                                             Pengadegan, 9 Oktober 2010

Kepala Sekolah,                                                      Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

Masrun, S.Pd.                                                         Fitriani Tri Rahayu, S.Pd.

NIP  19680531 199303 1 008                                NIP 19800814 200801 2 018

 

 

 

 

 

Guru kolega :       Tugiya    ………………………

 

Narsim   ………………………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh: fitrianitrirahayu | 16 Oktober 2010

PROGRAM KEGIATAN MADING SMP N 1 PENGADEGAN

PROGRAM KEGIATAN MADING

SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Hari/Tanggal Pertemuan ke Waktu Jenis kegiatan Target
Jumat, 24 Juli 2009 1 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Absensi dan pembentukan pengurus mading
  • Memasang hasil karya kelas IXA
Diharapkan setiap pengurus mading mengetahui tugas-tugasnya
Jumat, 31 Juli 2009 2 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pemberian materi tentang langkah-langkah menyusun mading
  • Memasang hasil karya kelas IXB
Diharapkan anak mampu menyusun mading berdasarkan kolom (sastra, profil tokoh, TTS, pengetahuan, dll)
Jumat, 7Agustus 2009 3 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pemberian materi tentang cara menulis berita
  • Memasang hasil karya kelas IXC
Anak mampu menulis berita berdasarkan kejadian yang ada di lingkungan sekolahnya
Jumat, 14 Agustus 2009 4 13.00-14.30
  • Studi banding kegiatan mading ke SMP N 2 Purbalingga
Anak mampu membuat buletin dan meningkatkan kualitas mading
Jumat, 2 Oktober 2009 5 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pemberian materi tentang cara penulisan artikel
  • Memasang hasil karya kelas IXD
Anak mampu meliput kegiatan untuk ditulis dalam bentuk artikel dan diharapkan untuk dikirim ke media massa
Jumat, 9 Oktober 2009 6 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pemberian materi tentang cara menjadi reporter yang baik
  • Memasang hasil karya kelas IXE

Menambah kepercayaan anak untuk belajar jadi reporter dan wartawan.
Jumat, 16 Oktober 2009 7 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pemberian materi tentang menulis kreatif puisi
  • Memasang hasil karya kelas IXF
Anak mampu menulis kreatif puisi berdasarkan kejadian di sekitar
Jumat, 23 Oktober 2009 8 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pemberian materi tentang cara pembuatan TTS
  • Memasang hasil karya kelas VIIIA
Agar kolom TTS eksis ada di mading
Jumat, 30 Oktober 2009 9 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pemberian materi tentang pembuatan cerpen
  • Memasang hasil karya kelas VIIIB
Anak mampu menuangkan kejadian sehari-hari dalam bentuk cerita pendek
Jumat, 6 November 2009 10 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pemberian materi tentang pembuatan pantun
  • Memasang hasil karya kelas VIIIC
Mampu membuat pantun

Jumat, 13 November  2009 1 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pelatihan komputer tentang microsoft word
  • Memasang hasil karya kelas VIIID
Anak mampu menulis hasil karya temannya dalam format tertentu dengan komputer
Jumat, 20 November 2009 2 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pelatihan komputer tentang Corel Draw
  • Memasang hasil karya kelas VIIIE
Anak mampu menyusun gambar dan foto dengan background tertentu sehingga menghasilkan artistik yang baik
Jumat, 4 Desember 2009 3 13.00-13.30

13.30-14.30

  • Pelatihan komputer tentang pembuatan TTS, bagan, dan tabel
  • Memasang hasil karya kelas VIIIF
Anak mampu menyusun TTS, bagan, dan tabel dengan komputer

Oleh: fitrianitrirahayu | 16 Oktober 2010

BUKU PANDUAN LSBS SMP N 1 PENGADEGAN

PANDUAN

LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

 

Disusun Oleh:

TIM PENGEMBANG LSBS

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

 


PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

TAHUN 2010

Sambutan

Kepala SMP Negeri 1 Pengadegan

Lahirnya UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. Salah satu poin penting dari undang-undang tersebut adalah guru sebagai profesi. Guru profesional harus memiliki kompetensi akademik dan kompetensi profesional sebagai suatu keutuhan. Kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial yang dirumuskan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 harus dilihat sebagai sebuah keutuhan yang tak terpisahkan dari kompetensi penguasaan bahan ajar yang terkandung di dalam kurikulum.

Bagaimana cara meningkatkan kompetensi-kompetensi tersebut di atas? Lesson Study dapat memberikan salah satu solusi, karena lesson study adalah model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkesinambungan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Para pendidik secara kolaboratif, pertama-tama menganalisis masalah pembelajaran, baik dari aspek materi ajar maupun metode pembelajaran. Selanjutnya, secara kolaboratif pula para pendidik mencari solusi dan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Langkah berikutnya adalah menerapkan pembelajaran di kelas oleh seorang guru, sementara yang lain sebagai pengamat aktivitas siswa yang dilanjutkan dengan diskusi pasca pembelajaran untuk merefleksikannya.

Jika prinsip-prinsip lesson study ini dilakukan secara sistemik dan berkelanjutan, saya yakin usaha semacam ini akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di tanah air. Oleh karena itu kami menyusun buku lesson study ini sebagai panduan peningkatan kemampuan profesional pendidik dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran di SMP Negeri 1 Pengadegan pada khususnya dan pendidikan di tanah air pada umumnya.

Dalam kapasitas saya sebagai kepala sekolah, buku panduan lesson study ini dikembangkan berdasarkan pengalaman implementasi pelaksanaan lesson study berbasis sekolah (LSBS) yang kami laksanakan.

Akhirnya, saya sampaikan terima kasih kepada MKKS dan Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga yang menjadikan sekolah kami SMP Negeri 1 Pengadegan sebagai sekolah piloting implementasi lesson study berbasis sekolah (LSBS).

Saya sampaikan terima kasih pula kepada Kepala Dinas Pendidikan Bapak Heny Ruslanto, SE dan Ketua MKKS Drs Agus Triyanto, M.MPd yang telah mendukung penerapan hasil kegiatan tersebut.

 

Pengadegan, Juli 2010

Kepala SMP Negeri 1 Pengadegan

Masrun, S.Pd

NIP 19680531 199303 1 008

Prakata

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. karena atas perkenan-Nya kami dapat menyelesaikan Buku Panduan Lesson Study ini. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.

Buku ini kami maksudkan untuk memberi inspirasi dan panduan, baik untuk pengambil kebijakan maupun untuk praktisi pendidikan pada berbagai tingkatan yang memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Buku ini disusun berdasarkan hasil pengalaman implementasi pelaksanaan LSBS di SMP Negeri 1 Pengadegan.

Kami menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Dinas Pendidikan dan MKKS atas dukungan terhadap implementasi LSBS. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Bapak Heny Ruslanto, SE dan Ketua MKKS Drs Agus Triyanto, M.MPd yang telah mendukung penerapan hasil kegiatan tersebut. Kami mengucapkan terima kasih pula tim fasilitator LSBS SMP Negeri 1 Pengadegan yang telah bekerja menjadi fasilitator dengan baik.

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada guru-guru SMP Negeri 1 Pengadegan dan kepala sekolah dari sekolah-sekolah mitra yaitu SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Pengadegan yang terlibat dalam kegiatan kerjasama teknis pelaksanaan LSBS.

Akhirnya, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran membangun untuk perbaikan buku ini di masa mendatang.

 

 

Pengadegan,  Juli 2010

Tim Penulis

 

Daftar Isi

 

Sambutan Kepala SMP Negeri 1 Pengadegan……………………………………………. ii

Prakata ……………………………………………………………………………………… iii

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………. iv

Bab 1. Pendahuluan ………………………………………………………………………… 1

A. Rasional ………………………………………………………………………….. 1

B. Tujuan ……………………………………………………………………………. 1

C. Manfaat ………………………………………………………………………….. 1

D. Tindak Lanjut ……………………………………………………………………. 1

Bab 2. Hakikat Lesson Study ……………………………………………………………… 2

A.  Pengertian Lesson Study ………………………………………………………. 2

B.  Pedoman Bagi Guru Open Class ………………………………………………. 4

C.  Pedoman Bagi Observer ……………………………………………………….. 4

D.  Pedoman Bagi Moderator ……………………………………………………… 7

E.  Pedoman Pada Waktu Refleksi ……………………………………………….. 8

F.  Pedoman Pembuatan Lembar Observasi …………………………………….. 9

Bab 3. Penutup ……………………………………………………………………………. 11

 

Daftar Pustaka  ………………………………………………………………………….             12

Daftar Lampiran …………………………………………………………………………             13


BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. RASIONAL

Dalam rangka peningkatan mutu guru pada penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) perlu dikembangkan pembelajaran Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS). Oleh karena itu, SMP Negeri 1 Pengadegan dan SMP Negeri 4 Purbalingga ditunjuk sebagai piloting LSBS berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga Nomor 420/150/2009 tanggal 28 September 2009.

Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS) merupakan model pembinaan profesi melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Tahapan dalam Lesson Study mulai dari perencanaan (plan) yang dilakukan oleh tim guru. Dilanjutkan melaksanakan pembelajaran (do) yang dilakukan oleh  guru model dan diamati oleh observer, dan tahap berikutnya yaitu refleksi (see). Pada tahap refleksi, kesempatan bagi guru untuk bertukar pikiran berdasarkan fakta siswa dan mengasah keahlian sebagai guru serta masukan dari para observer. Tujuan dari pembelajaran ini adalah meningkatkan kualitas proses, sehingga guru berusaha membangun hubungan kolegalitas dengan cara belajar dan kolaborasi bersama.

 

  1. B. TUJUAN
  2. Meningkatkan mutu pembelajaran dengan cara kolaboratif dengan prinsip kolegalitas dan mutual learning di antara sesema guru baik yang satu mata pelajaran maupun berbeda mata pelajaran.
  3. Meningkatkan profesionalisme guru SMP Negeri 1 Pengadegan secara gradual, progresif, dan berkelanjutan serta mengurangi tingkat disparitas kemampuan guru dalam pembelajaran.
    1. C. MANFAAT
    2. Guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya
    3. Guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota lainnya.
    4. Guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study.
      1. D. TINDAK LANJUT
      2. Seluruh guru melaksanakan Open Class (membuka kelas) untuk refleksi dan observasi
      3. Seluruh guru harus mencoba membangun hubungan kolegalitas dengan cara belajar dan kolaborasi bersama
      4. Seluruh guru harus mengubah pembelajaran

BAB II

HAKIKAT LESSON STUDY

  1. A. Pengertian Lesson Study

Pemerintah selalu melakukan usaha peningkatan mutu guru melalui pelatihan dan tidak sedikit dana yang dialokasikan untuk pelatihan guru. Sayangnya usaha dari pemerintah ini kurang memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan mutu guru. Minimal ada dua hal yang menyebabkan pelatihan guru belum berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Pertama, pelatihan tidak berbasis pada permasalahan nyata di dalam kelas. Materi pelatihan yang sama disampaikan kepada semua guru tanpa mengenal daerah asal. Padahal kondisi sekolah di suatu daerah belum tentu sama dengan sekolah di daerah lain. Kadang-kadang pelatih menggunakan sumber dari literatur asing tanpa melakukan ujicoba terlebih dahulu untuk kondisi di Indonesia. Kedua, hasil pelatihan hanya menjadi pengetahuan saja, tidak diterapkan pada pembelajaran di kelas atau kalaupun diterapkan hanya sekali, dua kali dan selanjutnya kembali “seperti dulu lagi, back to basic”.

Hal ini disebabkan tidak ada kegiatan monitoring pasca pelatihan, apalagi kalau kepala sekolah tidak pernah menanyakan hasil pelatihan. Selain itu, kepala sekolah tidak memfasilitasi forum sharing pengalaman diantara guru-guru. Untuk mengatasi kelemahan pelatihan konvensional yang kurang menekankan pada pasca pelatihan maka buku ini menawarkan model in-service training yang lebih berfokus pada upaya pemberdayaan guru sesuai kapasitas serta permasalahan yang dihadapi masing-masing. Model tersebut adalah Lesson Study yaitu suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Dengan demikian, Lesson Study bukan metoda atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan Lesson Study dapat menerapkan berbagai metoda/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru.  Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu Plan (merencanakan), Do (melaksanakan), dan See (merefleksi) yang berkelanjutan. Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu cara peningkatan mutu pendidikan yang tak pernah berakhir (continous improvement).

 

 

Tahapan-tahapan Lesson Study diperlihatkan pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B. Pedoman Bagi Guru Open Class

Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, perlu dilakukan pertemuan singkat (briefing) yang dipimpin oleh Kepala Sekolah. Pada pertemuan ini, setelah Kepala Sekolah menjelaskan secara umum kegiatan lesson study yang akan dilakukan, selanjutnya guru yang bertugas untuk melaksanakan pembelajaran hari itu diberi kesempatan mengemukakan rencananya secara singkat. Informasi ini sangat penting bagi para observer terutama untuk merancang rencana observasi yang akan dilakukan di kelas. Selesai guru menyampaikan penjelasan, selanjutnya Kepala Sekolah mengingatkan kepada para observer untuk tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Observer dipersilahkan untuk memilih tempat strategis sesuai rencana pengamatannya masing-masing.

Setelah acara briefing singkat dilakukan, selanjutnya guru yang bertugas sebagai pengajar melakukan proses pembelajaran sesuai dengan rencana. Walaupun pada saat pembelajaran hadir sejumlah observer, guru hendaknya dapat melaksanakan proses pembelajaran sealamiah mungkin. Berdasarkan pengalaman lesson study yang sudah dilakukan, proses pembelajaran dapat berjalan secara alamiah. Hal ini dapat terjadi karena observer tidak melakukan intervensi apapun terhadap siswa. Mereka biasanya hanya melakukan pengamatan sesuai dengan fokus perhatiannya masing-masing.

  1. C. Pedoman Bagi Observer

Agar proses observasi dalam pembelajaran dari suatu lesson study dapat berjalan dengan baik, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan baik oleh guru maupun observer sebelum proses pembelajaran dimulai. Sebelum proses pembelajaran berlangsung, guru dapat memberikan gambaran secara umum apa yang akan terjadi di kelas yakni meliputi informasi tentang rencana pembelajaran, tujuannya apa, bagaimana hubungan materi ajar hari itu dengan mata pelajaran secara umum, bagaimana kedudukan materi ajar dalam kurikulum yang berlaku, dan kemungkinan respon siswa yang diperkirakan. Selain itu observer juga perlu diberikan informasi tentang lembar kerja siswa dan peta posisi tempat duduk yang menggambarkan seting kelas yang digunakan. Akan lebih baik jika peta posisi tempat duduk tersebut dilengkapi dengan nama-nama siswa secara lengkap. Dengan memiliki gambaran yang lengkap tentang pembelajaran yang akan dilakukan, maka seorang observer dapat menetapkan apa yang akan dilakukan di kelas pada saat melakukan pengamatan.

Sebagai contoh, seorang observer dapat memfokuskan perhatiannya pada siswa tertentu yang penting untuk diamati misalnya karena alasan tingkat kemampuannya dibandingkan siswa lain atau ada hal khusus yang penting untuk diamati. Observer lain mungkin tertarik dengan cara siswa berinteraksi dengan temannya dalam kelompok, cara mengkomunikasikan ide baik dalam kelompok atau kelas, atau cara mengajukan argumentasi atas solusi dari masalah yang diberikan. Ada juga observer yang mungkin tertarik dengan respon siswa pada saat mengalami kesulitan dan memperoleh intervensi dari guru. Fokus observasi pada pelaksanaannya akan sangat beragam tergantung pada minat serta tujuannya masing-masing. Semakin beragam target yang menjadi fokus observasi, maka semakin lengkaplah informasi yang bisa digali, dianalisis, dan diungkap pada saat dilakukan refleksi.

Jika akan dilakukan rekaman video, tentukan siapa yang akan melakukannya, pilih tempat strategis untuk melakukan pengambilan gambar yang meliputi aktivitas siswa dan guru, dan pastikan bahwa rekaman video yang dibuat menggambarkan seluruh proses pembelajaran secara utuh. Rekaman video ini sangat penting sebagai bagian dari dokumentasi yang sewaktu-waktu dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk melakukan diskusi pengembangan lesson study atau diskusi masalah-masalah pembelajaran secara umum.

Untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya observer yang datang, kelas sebaiknya ditata sedemikian rupa sehingga mobilitas siswa, guru, dan observer dapat berlangsung secara nyaman dan mudah. Pada saat melakukan observasi, disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  1. Membuat catatan tentang komentar atau diskusi yang dilakukan siswa serta jangan lupa menuliskan nama atau posisi tempat duduk siswa.
  2. Membuat catatan tentang situasi dimana siswa melakukan kerjasama atau memilih untuk tidak melakukan kerjasama.
  3. Mencari contoh-contoh bagaimana terjadinya proses konstruksi pemahaman melalui diskusi dan aktivitas belajar yang dilakukan siswa.
  4. Membuat catatan tentang variasi metoda penyelesaian masalah dari siswa secara individual atau kelompok siswa, termasuk strategi penyelesaian yang salah.

Selain membuat catatan tentang beberapa hal penting mengenai aktivitas belajar siswa, seorang observer selama melakukan pengamatan perlu mempertimbangkan atau berpedoman pada sejumlah pertanyaan berikut:

  1. Apakah tujuan pembelajaran sudah jelas? Apakah aktivitas yang dikembangkan berkontribusi secara efektif pada pencapaian tujuan tersebut?
  2. Apakah langkah-langkah pembelajaran yang dikembangkan berkaitan satu dengan lainnya? Dan apakah hal tersebut mendukung pemahaman siswa tentang konsep yang dipelajari?
  3. Apakah hands-on atau teaching material yang digunakan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan?
  4. Apakah diskusi kelas yang dilakukan membantu pemahaman siswa tentang konsep yang dipelajari?
  5. Apakah materi ajar yang dikembangkan guru sesuai dengan tingkat kemampuan siswa?
  6. Apakah siswa menggunakan pengetahuan awalnya atau pengetahuan sebelumnya untuk memahami konsep baru yang dipelajari?
  7. Apakah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat mendorong dan memfasilitasi cara berpikir siswa?
  8. Apakah gagasan siswa dihargai dan dikaitkan dengan materi yang sedang dipelajari?
  9. Apakah kesimpulan akhir yang diajukan didasarkan pada pendapat siswa?
  10. Apakah kesimpulan yang diajukan sesuai dengan tujuan pembelajaran?
  11. Bagaimana guru memberi penguatan capaian hasil belajar siswa selama pembelajaran berlangsung?

Observer seharusnya TIDAK:

  1. Membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran
  2. Menghalangi pandangan guru dan siswa selama proses pembelajaran
  3. Menggunakan lampu yang menyilaukan mata ketika merekam/mengambil gambar dengan handycam/kamera
  4. Mengganggu konsentrasi siswa selama proses pembelajaran, misalnya berbicara dengan suara keras dengan observer lain
  5. Keluar-masuk ruang kelas selama pembelajaran
  6. Mengaktifkan HP

Observer seharusnya:

  1. Melakukan observasi secara menyeluruh sejak awal sampai akhir pembelajaran
  2. Membuat bagan tempat duduk siswa lengkap dengan nama/nomor siswa; bagan ini sebaiknya dibuat oleh guru dan diperbanyak oleh sekolah
  3. Mencatat hasil observasi dalam Lembaran Observasi yang disediakan

Hal-hal yang perlu diamati antara lain:

  1. Jumlah anggota kelompok jika siswa bekerja dalam kelompok
  2. Komposisi siswa putra dan putri
  3. Susunan tempat duduk siswa, misalnya susunan tempat duduk siswa putra dan putri
  4. Mimik siswa dan perubahannya
  5. Aktivitas/kegiatan siswa
  6. Dengan siapa siswa berbicara
  7. Apa yang dibicarakan antar siswa

 

 

  1. D. Pedoman Bagi Moderator
    1. Moderator hendaknya orang yang mengenal siswa dan mengikuti proses pembelajaran yang direfleksi.
    2. Pada waktu yang telah ditetapkan, moderator membuka diskusi refleksi.
    3. Moderator memperkenalkan peserta (menyebut nama dan yang diperkenalkan berdiri);
    4. moderator juga memperkanlkan diri
    5. Setelah itu moderator membacakan tata tertib refleksi: tata tertib itu misalnya (jika masih kurang, boleh ditambahkan):

a)      Refleksi hendaknya terfokus pada proses belajar siswa.

b)     Refleksi pertama kali dilakukan oleh guru buka kelas, selanjutnya oleh pengamat.

c)      Masalah yang didiskusikan hendaknya masalah nyata berdasar hasil pengamatan selama proses pembelajaran.

d)     Masalah yang sudah disampaikan oleh pengamat sebelumnya tidak perlu diulang-ulang.

e)     Masalah yang disampaikan oleh pengamat terdahulu boleh dibahas untuk memperdalam refleksi.

f) Moderator dapat mempersilahkan guru buka kelas untuk mengklarifikasi permasalahan yang disampaikan oleh pengamat setelah ada beberapa permasalahan yang dibahas.

g)      Pada akhir refleksi akan disampaikan refleksi akhir oleh pakar (pakar pendidikan, dosen)

  1. Setelah membacakan tata tertib, moderator memulai diskusi refleksi dengan mengucapkan
  2. terima kasih kepada guru pengajar dan meminta applause dari peserta.
  3. Mempersilahkan guru pengajar untuk melakukan refleksi diri terlebih dahulu. Refleksi diri dapat
  4. berupa perasaan sebelum, saat dan setelah mengajar, ketercapaian skenario pembelajaran yang telah dirancang, kondisi-kondisi khusus yang terjadi pada beberapa siswa saat pembelajaran, dll.
  5. Mempersilahkan para pengamat menyampaikan komentar berdasarkan pada hasil
  6. pengamatannya. Jika setiap pengamat hanya mengamati 1 kelompok (pengamat pada lesson study awal, waktu belajar) maka moderator mempersilahkan semua pengamat satu  persatu sampai selesai.
  7. Setelah satu orang menyampaikan komentarnya, moderator mempersilahkan pengamat lain atau juga moderator sendiri untuk menyampaikan tanggapan terhadap komentar tersebut.
  8. Setelah satu masalah tuntas didiskusikan, maka moderator mempersilahkan pengamat lain.
  9. Jika peserta telah terbiasa mengamati pembelajaran (misalnya sudah 5  kali atau lebih
  10. pengamatan dalam kegiatan buka kelas), moderator dapat mengatur jalannya diskusi  refleksi secara lebih bebas. Yakni setelah guru buka kelas menyampaikan refleksi, ia dapat
  11. mempersilahkan pengamat selanjutnya menyampaikan temuannya yang mana masalah yang
  12. dimunculkan langsung dibahas bersama dengan pengamat lainnya. Dengan demikian, diskusi
  13. berlangsung menarik dan mendalam.
  14. Setelah semua pengamat menyampaikan komentar, akhirnya moderator mempersilahkan
  15. pakar untuk melakukan refleksi akhir.
  16. Moderator menutup acara refleksi.

 

  1. E. Pedoman Pada Waktu Refleksi

Kegiatan refleksi harus dilaksanakan segera setelah selesai pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar setiap kejadian yang diamati dan dijadikan bukti pada saat mengajukan pendapat atau saran terjaga akurasinya karena setiap orang dipastikan masih bisa mengingat dengan baik rangkaian aktivitas yang dilakukan di kelas. Dalam kegiatan ini paling tidak ada tiga orang yang harus duduk di depan yaitu Kepala Sekolah, Guru yang melakukan pembelajaran, dan tenaga ahli yang biasanya datang dari Perguruan Tinggi. Dalam acara ini, Kepala Sekolah dan fasilitator bertindak sebagai  pemandu diskusi dalam refleksi.

Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan dalam refleksi adalah sebagai berikut:

  1. Fasilitator memperkenalkan peserta refleksi yang ada di ruangan sambil menyebutkan masing-masing bidang keahliannya.
  2. Fasilitator menyampaikan agenda kegiatan refleksi yang akan dilakukan (sekitar 2 menit).
  3. Fasilitator menjelaskan aturan main tentang cara memberikan komentar atau mengajukan umpan balik. Aturan tersebut meliputi tiga hal berikut: (1) Selama diskusi berlangsung, hanya satu orang yang berbicara (tidak ada yang berbicara secara bersamaan), (2) Setiap peserta diskusi memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara, dan (3) Pada saat mengajukan pendapat, observer harus mengajukan bukti-bukti hasil pengamatan sebagai dasar dari pendapat yang diajukannya (tidak berbicara berdasarkan opini).
  4. Guru yang melakukan pembelajaran diberi kesempatan untuk berbicara paling awal, yakni mengomentari tentang proses pembelajaran yang telah dilakukannya. Pada kesempatan itu, guru tersebut harus mengemukakan apa yang telah terjadi di kelas yakni kejadian apa yang sesuai harapan, kejadian apa yang tidak sesuai harapan, dan apa yang berubah dari rencana semula. (15 sampai 20 menit).
  5. Berikutnya perwakilan guru yang menjadi anggota kelompok pada saat pengembangan rencana pembelajaran diberi kesempatan untuk memberikan komentar tambahan.
  6. Fasilitator memberi kesempatan kepada setiap observer     untuk mengajukan pendapatnya. Pada kesempatan ini tiap observer memiliki peluang yang sama untuk mengajukan pendapatnya.
  7. Setelah masukan-masukan yang dikemukakan observer dianggap cukup, selanjutnya fasilitator mempersilahkan tenaga ahli untuk merangkum atau menyimpulkan hasil diskusi yang telah dilakukan.
  8. Fasilitator berterimakasih kepada seluruh partisipan dan mengumumkan kegiatan lesson study berikutnya.

Pedoman bagi Peserta Refleksi

  1. Komentar seharusnya berdasarkan hasil observasi
  2. Komentar seharusnya lebih ditekankan pada kegiatan siswa dalam pembelajaran
  3. Jika komentar berkaitan dengan kinerja guru sebaiknya peserta mengungkapkan segi positif disamping kritik negatifnya
  4. Komentar negatif sebaiknya dikemukakan secara halus dan dihindari kesan “menggurui”
  5. Hindari komentar yang sifatnya sanjungan.
  6. Perlu digunakan istilah “pembelajaran kita” bukan “pembelajaran guru Open Class” karena pembelajaran itu dirancang secara bersama-sama.

 

  1. F. Pedoman Pembuatan Lembar Observasi
    1. Perlu diingat bahwa yang menjadi fokus observasi adalah proses belajar siswa
    2. Fokus pengamatan yang ditawarkan pada lembar observasi hanya bersifat alternative. Para observer bisa menambah/menguranginya sesuai keperluan masing-masing dengan tetap fokus pada kegiatan belajar siswa.
    3. Komponen yang akan diobservasi hendaknya dibuat lebih spesifik dan lebih rinci

BEBERAPA CONTOH KOMPONEN YANG AKAN DIOBSERVASI

  1. Kapan siswa mulai belajar?
  2. Kapan siswa bosan belajar?
  3. Apa yang bisa anda pelajari dari proses pembelajaran tersebut?
  4. Bagaimana interaksi yang terjadi antar siswa?
  5. Bagaimana interaksi yang terjadi antar siswa dengan guru?
  6. Bagaimana proses eksplorasi pemahaman materi ajar oleh siswa?
  7. Manfaat apa yang anda peroleh dari kegiatan pembelajaran hari ini?
  8. Apakah semua siswa memahami pelajaran hari ini?
  9. Apakah saya telah melihat seluruh kondisi belajar siswa?
  10. Jika ada siswa yang tidak belajar pada pelajaran hari ini, siapa sajakah mereka?
  11. Bagaimana sikap dan situasi belajar mereka sepanjang pembelajaran?
  12. Apakah ada bagian di mana saya dapat menjelaskan dengan lebih baik?
  13. Apakah ada bagian di mana saya tidak perlu menjelaskan terlalu banyak?
  14. Apakah kegiatan belajar dan materi belajar mengajar telah tepat untuk pelajaran hari ini dan pemahaman siswa?
  15. Apakah persiapan saya sudah cukup?
  16. Apakah saya telah mengatur waktu dengan efektif?

 


BAB III

PENUTUP

Setelah mengkaji dan menganalisis dengan seksama antara kajian teoritis dan praktek Lesson Study di SMP Negeri 1 Pengadegan dapat disimpulkan:

  1. Pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara kolaboratif dengan prinsip kolegalitas dan mutual learning di antara sesame guru baik yang satu mata pelajaran maupun berbeda mata pelajaran akan meningkatkan kualitas pembelajaran.
  2. Secara bertahap dan berkelanjutan, profesionalisme guru SMP Negeri 1 Pengadegan akan mengalami peningkatan baik secara gradual, progesif serta penurunan tingkat disparitas kemampuan guru dalam pembelajaran.
  3. Prinsip kolegalitas dan mutual learning semakin berkembang sehingga akan ada keselarasan antara peningkatan profesionalisme guru secara menyeluruh dengan tujuan pembelajaran pada khususnya dan tujuan pendidikan pada umumnya.
  4. Pada prinsipnya pelaksanaan Lesson Study yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pengadegan memberikan efek positif pada peningkatan kualitas pembelajaran dan peningkatan profesionalisme guru secara bertahap dan berkelanjutan.

 


DAFTAR PUSTAKA

Indonesia (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

 

Indonesia (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional.

PELITA. 2009. Panduan Untuk Lesson Study Berbasis MGMP dan Lesson Study Berbasis Sekolah. Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Republik Indonesia.

 

PELITA. 2009. Panduan Untuk Peningkatan Proses Belajar dan Mengajar. Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Republik Indonesia.

 

PELITA. 2009. Pelatihan Trainer Nasional. Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Republik Indonesia.

LEMBAR OBSERVASI

OPEN CLASS LESSON STUDY

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

Mata Pelajaran            :

Hari, Tanggal              :

Kelas                           :

Guru Open Class         :

Observer                      :

No Komponen Kegiatan Siswa Deskripsi Pengamatan Waktu
1. Pendahuluan

 

 

 

   
2. Kerja Individu

 

 

 

   
3. Diskusi Kelompok

 

 

 

   
4. Mengerjakan Kuis

 

 

 

   
5 Penutup

 

 

 

   
6. Pelajaran berharga yang dapat diambil dari pengamatan pembelajaran :

 

 

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARAN

LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS)

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

Hari, Tanggal                      :

Mata Pelajaran                 :

Observer/Pengamat      :

No Komponen Deskripsi Pengamatan Waktu
1 Apakah siswa dapat berpikir pada topik pembelajaran saat ini?

 

 

 

   
2 Siapakah siswa-siswa yang tidak dapat belajar pada pembelajaran saat ini?

 

 

 

   
3 Menurut anda, mengapa siswa-siswa tersebut tidak dapat belajar pada saat ini?

 

 

 

   
4 Untuk membuat siswa dapat belajar cara dan alat  apa yang digunakan oleh guru Open Class? Apakah berhasil?

 

 

   

LEMBAR OBSERVASI

OPEN CLASS LESSON STUDY

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

Mata Pelajaran            :

Hari, Tanggal              :

Kelas                           :

Guru Open Class         :

Observer                      :

No Komponen Kegiatan Siswa Deskripsi Pengamatan Waktu
1. Interaksi antara siswa dan siswa (berdiskusi, ngobrol, atau mengganggu teman)

 

   
2. Interaksi antara siswa dan guru (mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dsb)

 

   
3. Interaksi antara siswa dan sumber belajar/media/LKS (membaca buku, mengerjakan tugas, menggunakan alat percobaan, dsb)    
4. Siswa pasif (topang dagu, melamun, dsb) atau bermain-main (jari-jari, pensil, penggaris, ball-point, dsb)

 

   
5 Siswa diam karena berpikir dan perhatian (mendengarkan pertanyaan guru, memperhatikan penjelasan guru, memperhatikan pertanyaan atau jawaban teman, dsb)    
6         Pelajaran berharga yang dapat diambil dari pengamatan pembelajaran :

 

LEMBAR OBSERVASI OPEN CLASS

LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

Mata Pelajaran            :

Hari, Tanggal              :

Kelas                           :

Guru Open Class         :

Observer                      :

No Komponen Deskripsi Pengamatan Waktu
1. PENDAHULUAN

 

 

 

   
2. PENGAMATAN

 

 

 

   
3. KERJA KELOMPOK

 

 

 

   
4. PRESENTASI

 

 

 

   
5 PENUTUP

 

 

 

   
6. Pelajaran berharga yang dapat diambil dari pengamatan pembelajaran :

 

Oleh: fitrianitrirahayu | 16 Oktober 2010

HASIL REFLEKSI LSBS

KEGIATAN REFLEKSI LSBS

 

Hari / Tanggal     : Senin, 30 Agustus 2010

Tempat                 : Ruang Perpustakaan

Waktu                   : 12.30 – 14.30

Moderator              : Mujirin S.Pd, Fitriani TR S.Pd

Notulis                   : Fitrianingrum DH S.Pd

Nara Sumber          : Turaharto S.Pd, Masrun S.pd

 

 

Susunan Acara

1.Pembukaan

2.Kesan kesan guru bopen class

3.Pemaparan hasil kegiatan

4.Tanggapan Guru open class

5.Tanggapan Nara Sumber

 

Acara dibuka pada pukul 12.30 dengan bacaan basmalah bersama sama.

Kesan kesan guru open class

Guru open Class ke 1: Masrun S.Pd  membuka open class  dikelas 7B jam ke 1 dan 2.Guru open class mengemukakan kekhawatirannya akan adanya penurunan kosentrasi belajar siswa tetapi hal tersebut tdk terbukti karena ada peningkatan antara hasil pretest dan post test. Kekhawatiran yang kedua adalah siswa akan kesulitan membedakan perkalian bilangan bulat dan pecahan  dan hasilnya nantinya dapat dilihat pada saat pelaksanaan post test.

 

Pengamatan dari observer:

1. Pujiono S.Pd

– Hampir semua siswa sudah terlibat aktif dalam pembelajaran

– Semua siswa sudah belajar dengan baik tidak ada yang bermain sendiri

– Guru open class sudah menggunakan metode diskusi kelompok dan menggunakan LKS yang tersetruktur dengan baik.

– Semua siswa aktif berdiskusi

– Sudah ada siswa yang aktif bertanya kepada guru.

– Siswa semangat mengerjakan latihan karena LKS nya adalah LKS yang tersetruktur.

– Siswa sudah cukup baik mengikuti pelajaran.

2. Mudzakkir S.Pd

– Pada proses diskusi kelompok,dikelompok E belum terjadi interaksi/ kerjasam yang baik antara siswa satu dan siswa yang lainnya Karena tugas masih dikerjakan oleh beberapa orang siswa. Sarannya sebaiknya dibentuk ketua kelompok yang bertugas memimpin diskusi.

– Perlu pembenahan pada posisi tempat duduk siswa.Siswa yang duduk membelakangi papan tulis merasa kesulitan sehingga tempat duduk perlu diubah untuk memudahkan mereka dalam menerima pelajaran.

– Pengelolaan waktu efektif, sekenario berjalan dengan baik.

3. Dwi Wulan H S.Pd

– Pada point 2 siswa yang tidak bisa menerima pelajaran adalah Arif Susanto dan Rio.

– Dikelompok D siswa yang bernama Arif Susanto kelihatan gelisah dan tidak aktif dalam berdiskusi.Siswa tersebut juga memainkan balpoin dan terus menerus menggoyang goyangkan kaki.

–  Siswa yang bernama Rio ketika temannya bekerja dia malah memilin milin kertas.

 

4. Ika Idayati S.Pd

– Dikelompok E siswa yang bernama Al Furkon kurang aktif berdiskusi, dia hanya memperhatikan teman temanya mengerjakan dan menyalin jawaban temannya.

– Akan lebih baik apabila siswa duduk menghadap ke papan tulis supaya mudah menerima pelajaran.

– LKS diberikan lebih dari satu di satu kelompok diskusi supaya merata .

5.Fitriani TR S.Pd.

– Al Furqon Dikelompok E tidak memperhatikan guru.

– Di kelompok A, LKS yang dibuka bukan LKS yang diberikan oleh guru open class dan mereka rebut sendiri karena ada soal yang belum/ tidak bisa mereka kerjakan.

 

Tanggapan dari guru open class  Bp Masrun S.Pd

– Pembelajaran tidak berhasil pada siswa yang bernama Arif Susanto, pre test dia mendapatkan nilai 2 sedangkan di post test mendapatkan nilai 4.

– Ada pembelajaran yang kurang menarik sehingga perlu diperbaiki.

– Tambahan LKS akan diperhatikan dan dipertimbangkan untuk pembelajaran berikutnya.

– Pada kelompok A lembar jawab sudah terisi semuanya, tetapi perlu diperhatikan apakah jawabannya menyalin dari papan tulis ataukah mengerjakan sendiri.

– Mengucapka terima kasih atas segala saran dan masukan dan menerimanya dengan baik.

 

Tanggapan dari Nara sumber Bp Turaharto S.Pd

– RPP sudah dilaksanakan dengan baik.

– Tata pengelolaan dikerja kelompok perlu pembenahan

– Ada kesan terburu buru dalam Kegiatan belajar mengajar untuk kedepan lebih diperhatikan lagi.

 

Guru open class ke 2 : Turaharto S.Pd

Open class di kelas 9C jam 4-5. Guru open classs merencanakan mengunakan power point tetapi ada kendala sehingga tidak bisa dilakukan. Penilaiannya hanya ada 3 kelompok diskusi sehingga tidak mewakili secara keseluruhan. Kerja individu sudah dikerjakan secara maksimal, hasil mencapai 99%. Materi yang diberikan belum sulit tetapi ketika dikembangkan hasil siswa belum bisa memuaskan.Guru open class meminta pada observer untuk membantu mengamati siswa.

 

1.Eny S S.Pd

– Pada pendahuluan tentang unsur tabung siswa sudah paham.

– Siswa terlihat sangat termotifasi.

– Siswa memperhatikan ketika guru menyampaikan materi.

– Siswa terlihat aktif pada saat kerja diskusi.

– Siswa tekun dan serius dalam kegiatan evaluasi.

2.Pujiono S.Pd

– Pembelajaran sudah bagus tetapi ada siswa yang masih bingung pada saat menyebutkan rusuk pada tabung.

– Kegiatahn masih banyak didominasi oleh guru. Guru hendaknya memberikan kesempatan pada siswa untuk menuliskan rumus dipapan tulis.

– Ada kelompok yang belum selesai tetapi sudah ada yang presentasi.

– Ada siswa yang bingung mengambil kesimpulan tentang materi pembelajara.

3. Drs Sukilam

– Aktifitas siswa baik tewtapi ada yang belum selesai tetapi sudah dibahas.

–  Siswa kurang bisa membedakan antara yang serius dan tidak serius atau yang bersifat humor.

– Soal kurang explisit.

– Menyarankan untuk bisa membedakan mana yang serius dan tidak serius supaya tidak membingungkan siswa.

4.Nurhadiwiyati S.Pd

– Anak antusias, termotifasi dan responsive.

– Ada anak yang tidak kebagian kelompok dalam pembagian kelompok.

– Dalam mengambil kesimpulan guru sudah membimbing tetapi siswa kurang berani mengemukakan pendapat.

– Sebaiknya ada pemerataan dalam menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan.

5. Masrun SPd

– Jangan sampai terjadi lawakan lebih menarik dari materi.

– Bapak ibu guru harus memberi apersepsi tingkat tinggi.

– Jawaban koor harus dihadapi dengan hati hati karena tidak mencerminkan pembelajaran yang sesungguhnya.

– Aktifitas siswa dalam mengerjakan diskusi sudah bagus

– Dalam mengerjakan soal Matematika harus sintaks.

– Dalam mengambil kesimpulan sudah bagus.

 

Tanggapan dari nara sumber :Masrun SPd

Nara sumber mengatakan eleborasinya harus bagus.

 

Guru open class ke 3: Eny S  S.Pd

 

Membuka buka kelas di kelas 8F jam pelajaran ke 6-7

Menyadari semua kekurangan dan menerima saran dan masukan. Guru open class mengatakan mengajar tidak sesuai dengan RPP, di RPP tercantum ada tugas individu tetapi tidak terlaksana.

Tanggapan dari observer

1.Turaharto S.Pd

– Pendahuluan mayoritas belum tercapai.

– Aktifitas pada saat menerangkan ada siswa yang tidak memperhatikan.

– Diskusi kelompok 5 kurang aktif.

– Kegiatan individu tidak tercapai.

– Pada saat mengambil kesimpulan anak tidak kosentrasi karena melihat kelas lain sudah pulang.

– Kurang penekanan pada siswa sehingga siswa masih kelihatan bingung .

2.Dwi Wulan H S.Pd

– Aktivitas sebagian besar sudah berjalan dengan baik.

– Diskusi pada kelompok 1 ada yang tarik tarikan rambut dan bercanda canda dengan temannya .

– Siswa yang bernama Tofik tidak nenperhatikan dan kurang bersemangat.

3.Heri S  S.Pd

– Pada kegiatan KBM sudah berjalan baik walaupun ada anak yang bermain main sendiri.

– Untuk kegiatan diskusi kelompok membutuhkan kosentrasi tersendiri dari guru.

– Ada anak yang terlihat kurang aktif.

– Menejemen waktu perlu diperhatikan.

– Dalan nenbuat gambar menggunakan spidol yang berbeda warna supaya lebih nebarik perhatian siswa.

 

4.Masrun S.Pd

-Pembelajaran masih monoton.

– Tingkat doninasi guru masih tinggi.

– Siswa di beri kesenpatan lebih banyak.

– Jangan menyuruh anak mengerjakan dengan terburu buru, siswa diberi kesenpatan untuk berpikir.

– Siswa diberi pertanyaan tingkat tinggi.

– Kelompok 8 dan kelompok 1 aktivitasnya bagus.

– Aktivitas pendahuluan perlu dineri variasi.

 

Tanggapan guru buka kelas.

Menerima semua masukan dan saran dari semua observer. Untuk open class selanjutmya akan lebih nemperhatikan menejemen waktu.

 

Tanggapan dari nara sumber Masrun S.pd

–          Untuk mengantisipasi jawaban koor tidak boleh memenggal kata atau kita hendaknya menyampaikan kata secara utuh. Selain itu jawaban koor belum tentu menunjukan siswa sudah paham sehingga perlu diberikan pertanyaan secara individu.

–          Untuk mengatasi permasalahan dalam memenej waktu  perlu dilaksanakan perencanaan dan percobaan selain itu hendaknya kita membuat matrik yang berisi pembagian waktu.

 

Kegiatan Refleksi ditutup pada pukul 14.30 dengan bacaan Hamdalah bersama sama.

 

Oleh: fitrianitrirahayu | 19 Mei 2010

KEPRIHATINAN TERHADAP TPQ

ANAKKU YANG MENGGEMASKANKEPRIHATINAN TERHADAP TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN

Belasan tahun yang lalu, sebuah gedung yang sederhana tapi penuh makna selalu dirindukan oleh para santri dan tutornya setiap sore hari. Anak-anak kecil umur belasan tahun berbondong-bondong dengan menenteng Al-quran,  berjilbab, berpeci semua diwarnai dengan keceriaan dan kegembiraan. TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran) atau yang dulu dikenal dengan TPA , tapi kemudian banyak orang yang salah mengartikannya sehingga menjadi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) atau TPA (Tempat Penitipan Anak).

Setiap sore setelah ba’da ashar sekitar pukul 15.30 s.d 17.00 banyak anak-anak yang pergi ke TPQ untuk belajar agama dan belajar al-quran dengan bimbingan bapak/ibu yang umumnya juga masih bersekolah di tingkat SMU atau sederajat. Mengaji di TPQ adalah waktu yang dirindukan anak-anak setelah pulang sekolah dan bermain. Betapa ramainya TPQ setiap sore karena anak-anak bisa bertemu dengan temannya, bisa belajar bersama, bisa membaca iqro, dan ada kalanya menyanyi bersama.

Sekarang seiring perkembangan zaman, keberadaan TPQ semakin mengikis dan mengiris. Beberapa faktor penyababnya antara lain: 1) kurangnya tenaga pendidik/tutor. Dahulu setiap tutor dengan ikhlas mengajar tanpa pamrih, mereka  sukarela meluangkan waktunya untuk mengajar anak-anak belajar iqro. Tetapi seiring berjalannya waktu, banyak yang lulus SMU melanjutkan ke Perguruan Tinggi sehingga mereka harus ke luar kota dan kesibukannya menjadi lebih meningkat. Akhirnya motivasi anak menjadi menurun karena tidak ada lagi guru yang setiap sore selalu dirindu untuk memberikan ilmu yang bermutu. Jika dari awal disusun kaderisasi tutor TPQ, mungkin TPQ tidak akan krisis tenaga pengajar. 2) Kemajuan Teknologi. Dahulu penggunaan HP terbatas hanya untuk orang dewasa untuk kepentingan tertentu, misalnya untuk komunikasi dengan saudara. Tetapi sekarang, HP ibarat krupuk makanan ringan yang murah, mudah didapat, dan banyak macamnya. Anak-anak sekarang lebih suka membuka HP, menyalakan televisi, bermain komputer daripada membuka Al-Quran, menghafal doa sehari-hari, dan bernyanyi lagu islami. 3) Dorongan Orangtua. Banyak orangtua yang kurang peduli dengan anak, sehingga anak dibiarkan bermain berhari-hari tanpa diingatkan untuk mengaji. Padahal pendidikan agama sangat penting diajarkan dari anak masih kecil sebagai pondasi kalau dewasa kelak dalam menjalani kehidupan. Harusnya orangtua lebih tegas dan perhatian lagi kepada anak-anaknya dalam hal pendidikan agama.  Dalam sehari belajar di TPQ paling tidak hanya 2 jam.

Oleh: fitrianitrirahayu | 6 April 2010

Maaf dan Terima Kasih

“maaf” dan “terimakasih” adalah 2 kata ampuh untuk meredam segala kekalutan. Bisa mengubah kebencian menjadi kasih sayang, kemarahan menjadi kedamaian. Mengucapkan kata “maaf” terkadang sangat sulit jika kita cenderung selalu merasa benar, tidak mau mengakui kesalahan.

Oleh: fitrianitrirahayu | 14 Maret 2010

WORKSHOP PEMBUATAN BLOG

Pada hari Minggu, 14 Maret 2010 kami mengikuti workshop pembuatan blog yang diselenggarakan oleh AGUPENA (ASOSIASI GURU PENULIS SELURUH INDONESIA). Workshop dilaksanakan di Andrawina Convention Center Owabong Cottage.

Oleh: fitrianitrirahayu | 14 Maret 2010

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori