Oleh: fitrianitrirahayu | 16 Oktober 2010

BUKU PANDUAN LSBS SMP N 1 PENGADEGAN

PANDUAN

LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

 

Disusun Oleh:

TIM PENGEMBANG LSBS

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

 


PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

TAHUN 2010

Sambutan

Kepala SMP Negeri 1 Pengadegan

Lahirnya UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. Salah satu poin penting dari undang-undang tersebut adalah guru sebagai profesi. Guru profesional harus memiliki kompetensi akademik dan kompetensi profesional sebagai suatu keutuhan. Kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial yang dirumuskan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 harus dilihat sebagai sebuah keutuhan yang tak terpisahkan dari kompetensi penguasaan bahan ajar yang terkandung di dalam kurikulum.

Bagaimana cara meningkatkan kompetensi-kompetensi tersebut di atas? Lesson Study dapat memberikan salah satu solusi, karena lesson study adalah model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkesinambungan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Para pendidik secara kolaboratif, pertama-tama menganalisis masalah pembelajaran, baik dari aspek materi ajar maupun metode pembelajaran. Selanjutnya, secara kolaboratif pula para pendidik mencari solusi dan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Langkah berikutnya adalah menerapkan pembelajaran di kelas oleh seorang guru, sementara yang lain sebagai pengamat aktivitas siswa yang dilanjutkan dengan diskusi pasca pembelajaran untuk merefleksikannya.

Jika prinsip-prinsip lesson study ini dilakukan secara sistemik dan berkelanjutan, saya yakin usaha semacam ini akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di tanah air. Oleh karena itu kami menyusun buku lesson study ini sebagai panduan peningkatan kemampuan profesional pendidik dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran di SMP Negeri 1 Pengadegan pada khususnya dan pendidikan di tanah air pada umumnya.

Dalam kapasitas saya sebagai kepala sekolah, buku panduan lesson study ini dikembangkan berdasarkan pengalaman implementasi pelaksanaan lesson study berbasis sekolah (LSBS) yang kami laksanakan.

Akhirnya, saya sampaikan terima kasih kepada MKKS dan Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga yang menjadikan sekolah kami SMP Negeri 1 Pengadegan sebagai sekolah piloting implementasi lesson study berbasis sekolah (LSBS).

Saya sampaikan terima kasih pula kepada Kepala Dinas Pendidikan Bapak Heny Ruslanto, SE dan Ketua MKKS Drs Agus Triyanto, M.MPd yang telah mendukung penerapan hasil kegiatan tersebut.

 

Pengadegan, Juli 2010

Kepala SMP Negeri 1 Pengadegan

Masrun, S.Pd

NIP 19680531 199303 1 008

Prakata

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. karena atas perkenan-Nya kami dapat menyelesaikan Buku Panduan Lesson Study ini. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.

Buku ini kami maksudkan untuk memberi inspirasi dan panduan, baik untuk pengambil kebijakan maupun untuk praktisi pendidikan pada berbagai tingkatan yang memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Buku ini disusun berdasarkan hasil pengalaman implementasi pelaksanaan LSBS di SMP Negeri 1 Pengadegan.

Kami menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Dinas Pendidikan dan MKKS atas dukungan terhadap implementasi LSBS. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Bapak Heny Ruslanto, SE dan Ketua MKKS Drs Agus Triyanto, M.MPd yang telah mendukung penerapan hasil kegiatan tersebut. Kami mengucapkan terima kasih pula tim fasilitator LSBS SMP Negeri 1 Pengadegan yang telah bekerja menjadi fasilitator dengan baik.

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada guru-guru SMP Negeri 1 Pengadegan dan kepala sekolah dari sekolah-sekolah mitra yaitu SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Pengadegan yang terlibat dalam kegiatan kerjasama teknis pelaksanaan LSBS.

Akhirnya, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran membangun untuk perbaikan buku ini di masa mendatang.

 

 

Pengadegan,  Juli 2010

Tim Penulis

 

Daftar Isi

 

Sambutan Kepala SMP Negeri 1 Pengadegan……………………………………………. ii

Prakata ……………………………………………………………………………………… iii

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………. iv

Bab 1. Pendahuluan ………………………………………………………………………… 1

A. Rasional ………………………………………………………………………….. 1

B. Tujuan ……………………………………………………………………………. 1

C. Manfaat ………………………………………………………………………….. 1

D. Tindak Lanjut ……………………………………………………………………. 1

Bab 2. Hakikat Lesson Study ……………………………………………………………… 2

A.  Pengertian Lesson Study ………………………………………………………. 2

B.  Pedoman Bagi Guru Open Class ………………………………………………. 4

C.  Pedoman Bagi Observer ……………………………………………………….. 4

D.  Pedoman Bagi Moderator ……………………………………………………… 7

E.  Pedoman Pada Waktu Refleksi ……………………………………………….. 8

F.  Pedoman Pembuatan Lembar Observasi …………………………………….. 9

Bab 3. Penutup ……………………………………………………………………………. 11

 

Daftar Pustaka  ………………………………………………………………………….             12

Daftar Lampiran …………………………………………………………………………             13


BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. RASIONAL

Dalam rangka peningkatan mutu guru pada penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) perlu dikembangkan pembelajaran Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS). Oleh karena itu, SMP Negeri 1 Pengadegan dan SMP Negeri 4 Purbalingga ditunjuk sebagai piloting LSBS berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga Nomor 420/150/2009 tanggal 28 September 2009.

Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS) merupakan model pembinaan profesi melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Tahapan dalam Lesson Study mulai dari perencanaan (plan) yang dilakukan oleh tim guru. Dilanjutkan melaksanakan pembelajaran (do) yang dilakukan oleh  guru model dan diamati oleh observer, dan tahap berikutnya yaitu refleksi (see). Pada tahap refleksi, kesempatan bagi guru untuk bertukar pikiran berdasarkan fakta siswa dan mengasah keahlian sebagai guru serta masukan dari para observer. Tujuan dari pembelajaran ini adalah meningkatkan kualitas proses, sehingga guru berusaha membangun hubungan kolegalitas dengan cara belajar dan kolaborasi bersama.

 

  1. B. TUJUAN
  2. Meningkatkan mutu pembelajaran dengan cara kolaboratif dengan prinsip kolegalitas dan mutual learning di antara sesema guru baik yang satu mata pelajaran maupun berbeda mata pelajaran.
  3. Meningkatkan profesionalisme guru SMP Negeri 1 Pengadegan secara gradual, progresif, dan berkelanjutan serta mengurangi tingkat disparitas kemampuan guru dalam pembelajaran.
    1. C. MANFAAT
    2. Guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya
    3. Guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota lainnya.
    4. Guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study.
      1. D. TINDAK LANJUT
      2. Seluruh guru melaksanakan Open Class (membuka kelas) untuk refleksi dan observasi
      3. Seluruh guru harus mencoba membangun hubungan kolegalitas dengan cara belajar dan kolaborasi bersama
      4. Seluruh guru harus mengubah pembelajaran

BAB II

HAKIKAT LESSON STUDY

  1. A. Pengertian Lesson Study

Pemerintah selalu melakukan usaha peningkatan mutu guru melalui pelatihan dan tidak sedikit dana yang dialokasikan untuk pelatihan guru. Sayangnya usaha dari pemerintah ini kurang memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan mutu guru. Minimal ada dua hal yang menyebabkan pelatihan guru belum berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Pertama, pelatihan tidak berbasis pada permasalahan nyata di dalam kelas. Materi pelatihan yang sama disampaikan kepada semua guru tanpa mengenal daerah asal. Padahal kondisi sekolah di suatu daerah belum tentu sama dengan sekolah di daerah lain. Kadang-kadang pelatih menggunakan sumber dari literatur asing tanpa melakukan ujicoba terlebih dahulu untuk kondisi di Indonesia. Kedua, hasil pelatihan hanya menjadi pengetahuan saja, tidak diterapkan pada pembelajaran di kelas atau kalaupun diterapkan hanya sekali, dua kali dan selanjutnya kembali “seperti dulu lagi, back to basic”.

Hal ini disebabkan tidak ada kegiatan monitoring pasca pelatihan, apalagi kalau kepala sekolah tidak pernah menanyakan hasil pelatihan. Selain itu, kepala sekolah tidak memfasilitasi forum sharing pengalaman diantara guru-guru. Untuk mengatasi kelemahan pelatihan konvensional yang kurang menekankan pada pasca pelatihan maka buku ini menawarkan model in-service training yang lebih berfokus pada upaya pemberdayaan guru sesuai kapasitas serta permasalahan yang dihadapi masing-masing. Model tersebut adalah Lesson Study yaitu suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Dengan demikian, Lesson Study bukan metoda atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan Lesson Study dapat menerapkan berbagai metoda/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru.  Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu Plan (merencanakan), Do (melaksanakan), dan See (merefleksi) yang berkelanjutan. Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu cara peningkatan mutu pendidikan yang tak pernah berakhir (continous improvement).

 

 

Tahapan-tahapan Lesson Study diperlihatkan pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B. Pedoman Bagi Guru Open Class

Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, perlu dilakukan pertemuan singkat (briefing) yang dipimpin oleh Kepala Sekolah. Pada pertemuan ini, setelah Kepala Sekolah menjelaskan secara umum kegiatan lesson study yang akan dilakukan, selanjutnya guru yang bertugas untuk melaksanakan pembelajaran hari itu diberi kesempatan mengemukakan rencananya secara singkat. Informasi ini sangat penting bagi para observer terutama untuk merancang rencana observasi yang akan dilakukan di kelas. Selesai guru menyampaikan penjelasan, selanjutnya Kepala Sekolah mengingatkan kepada para observer untuk tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Observer dipersilahkan untuk memilih tempat strategis sesuai rencana pengamatannya masing-masing.

Setelah acara briefing singkat dilakukan, selanjutnya guru yang bertugas sebagai pengajar melakukan proses pembelajaran sesuai dengan rencana. Walaupun pada saat pembelajaran hadir sejumlah observer, guru hendaknya dapat melaksanakan proses pembelajaran sealamiah mungkin. Berdasarkan pengalaman lesson study yang sudah dilakukan, proses pembelajaran dapat berjalan secara alamiah. Hal ini dapat terjadi karena observer tidak melakukan intervensi apapun terhadap siswa. Mereka biasanya hanya melakukan pengamatan sesuai dengan fokus perhatiannya masing-masing.

  1. C. Pedoman Bagi Observer

Agar proses observasi dalam pembelajaran dari suatu lesson study dapat berjalan dengan baik, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan baik oleh guru maupun observer sebelum proses pembelajaran dimulai. Sebelum proses pembelajaran berlangsung, guru dapat memberikan gambaran secara umum apa yang akan terjadi di kelas yakni meliputi informasi tentang rencana pembelajaran, tujuannya apa, bagaimana hubungan materi ajar hari itu dengan mata pelajaran secara umum, bagaimana kedudukan materi ajar dalam kurikulum yang berlaku, dan kemungkinan respon siswa yang diperkirakan. Selain itu observer juga perlu diberikan informasi tentang lembar kerja siswa dan peta posisi tempat duduk yang menggambarkan seting kelas yang digunakan. Akan lebih baik jika peta posisi tempat duduk tersebut dilengkapi dengan nama-nama siswa secara lengkap. Dengan memiliki gambaran yang lengkap tentang pembelajaran yang akan dilakukan, maka seorang observer dapat menetapkan apa yang akan dilakukan di kelas pada saat melakukan pengamatan.

Sebagai contoh, seorang observer dapat memfokuskan perhatiannya pada siswa tertentu yang penting untuk diamati misalnya karena alasan tingkat kemampuannya dibandingkan siswa lain atau ada hal khusus yang penting untuk diamati. Observer lain mungkin tertarik dengan cara siswa berinteraksi dengan temannya dalam kelompok, cara mengkomunikasikan ide baik dalam kelompok atau kelas, atau cara mengajukan argumentasi atas solusi dari masalah yang diberikan. Ada juga observer yang mungkin tertarik dengan respon siswa pada saat mengalami kesulitan dan memperoleh intervensi dari guru. Fokus observasi pada pelaksanaannya akan sangat beragam tergantung pada minat serta tujuannya masing-masing. Semakin beragam target yang menjadi fokus observasi, maka semakin lengkaplah informasi yang bisa digali, dianalisis, dan diungkap pada saat dilakukan refleksi.

Jika akan dilakukan rekaman video, tentukan siapa yang akan melakukannya, pilih tempat strategis untuk melakukan pengambilan gambar yang meliputi aktivitas siswa dan guru, dan pastikan bahwa rekaman video yang dibuat menggambarkan seluruh proses pembelajaran secara utuh. Rekaman video ini sangat penting sebagai bagian dari dokumentasi yang sewaktu-waktu dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk melakukan diskusi pengembangan lesson study atau diskusi masalah-masalah pembelajaran secara umum.

Untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya observer yang datang, kelas sebaiknya ditata sedemikian rupa sehingga mobilitas siswa, guru, dan observer dapat berlangsung secara nyaman dan mudah. Pada saat melakukan observasi, disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  1. Membuat catatan tentang komentar atau diskusi yang dilakukan siswa serta jangan lupa menuliskan nama atau posisi tempat duduk siswa.
  2. Membuat catatan tentang situasi dimana siswa melakukan kerjasama atau memilih untuk tidak melakukan kerjasama.
  3. Mencari contoh-contoh bagaimana terjadinya proses konstruksi pemahaman melalui diskusi dan aktivitas belajar yang dilakukan siswa.
  4. Membuat catatan tentang variasi metoda penyelesaian masalah dari siswa secara individual atau kelompok siswa, termasuk strategi penyelesaian yang salah.

Selain membuat catatan tentang beberapa hal penting mengenai aktivitas belajar siswa, seorang observer selama melakukan pengamatan perlu mempertimbangkan atau berpedoman pada sejumlah pertanyaan berikut:

  1. Apakah tujuan pembelajaran sudah jelas? Apakah aktivitas yang dikembangkan berkontribusi secara efektif pada pencapaian tujuan tersebut?
  2. Apakah langkah-langkah pembelajaran yang dikembangkan berkaitan satu dengan lainnya? Dan apakah hal tersebut mendukung pemahaman siswa tentang konsep yang dipelajari?
  3. Apakah hands-on atau teaching material yang digunakan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan?
  4. Apakah diskusi kelas yang dilakukan membantu pemahaman siswa tentang konsep yang dipelajari?
  5. Apakah materi ajar yang dikembangkan guru sesuai dengan tingkat kemampuan siswa?
  6. Apakah siswa menggunakan pengetahuan awalnya atau pengetahuan sebelumnya untuk memahami konsep baru yang dipelajari?
  7. Apakah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat mendorong dan memfasilitasi cara berpikir siswa?
  8. Apakah gagasan siswa dihargai dan dikaitkan dengan materi yang sedang dipelajari?
  9. Apakah kesimpulan akhir yang diajukan didasarkan pada pendapat siswa?
  10. Apakah kesimpulan yang diajukan sesuai dengan tujuan pembelajaran?
  11. Bagaimana guru memberi penguatan capaian hasil belajar siswa selama pembelajaran berlangsung?

Observer seharusnya TIDAK:

  1. Membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran
  2. Menghalangi pandangan guru dan siswa selama proses pembelajaran
  3. Menggunakan lampu yang menyilaukan mata ketika merekam/mengambil gambar dengan handycam/kamera
  4. Mengganggu konsentrasi siswa selama proses pembelajaran, misalnya berbicara dengan suara keras dengan observer lain
  5. Keluar-masuk ruang kelas selama pembelajaran
  6. Mengaktifkan HP

Observer seharusnya:

  1. Melakukan observasi secara menyeluruh sejak awal sampai akhir pembelajaran
  2. Membuat bagan tempat duduk siswa lengkap dengan nama/nomor siswa; bagan ini sebaiknya dibuat oleh guru dan diperbanyak oleh sekolah
  3. Mencatat hasil observasi dalam Lembaran Observasi yang disediakan

Hal-hal yang perlu diamati antara lain:

  1. Jumlah anggota kelompok jika siswa bekerja dalam kelompok
  2. Komposisi siswa putra dan putri
  3. Susunan tempat duduk siswa, misalnya susunan tempat duduk siswa putra dan putri
  4. Mimik siswa dan perubahannya
  5. Aktivitas/kegiatan siswa
  6. Dengan siapa siswa berbicara
  7. Apa yang dibicarakan antar siswa

 

 

  1. D. Pedoman Bagi Moderator
    1. Moderator hendaknya orang yang mengenal siswa dan mengikuti proses pembelajaran yang direfleksi.
    2. Pada waktu yang telah ditetapkan, moderator membuka diskusi refleksi.
    3. Moderator memperkenalkan peserta (menyebut nama dan yang diperkenalkan berdiri);
    4. moderator juga memperkanlkan diri
    5. Setelah itu moderator membacakan tata tertib refleksi: tata tertib itu misalnya (jika masih kurang, boleh ditambahkan):

a)      Refleksi hendaknya terfokus pada proses belajar siswa.

b)     Refleksi pertama kali dilakukan oleh guru buka kelas, selanjutnya oleh pengamat.

c)      Masalah yang didiskusikan hendaknya masalah nyata berdasar hasil pengamatan selama proses pembelajaran.

d)     Masalah yang sudah disampaikan oleh pengamat sebelumnya tidak perlu diulang-ulang.

e)     Masalah yang disampaikan oleh pengamat terdahulu boleh dibahas untuk memperdalam refleksi.

f) Moderator dapat mempersilahkan guru buka kelas untuk mengklarifikasi permasalahan yang disampaikan oleh pengamat setelah ada beberapa permasalahan yang dibahas.

g)      Pada akhir refleksi akan disampaikan refleksi akhir oleh pakar (pakar pendidikan, dosen)

  1. Setelah membacakan tata tertib, moderator memulai diskusi refleksi dengan mengucapkan
  2. terima kasih kepada guru pengajar dan meminta applause dari peserta.
  3. Mempersilahkan guru pengajar untuk melakukan refleksi diri terlebih dahulu. Refleksi diri dapat
  4. berupa perasaan sebelum, saat dan setelah mengajar, ketercapaian skenario pembelajaran yang telah dirancang, kondisi-kondisi khusus yang terjadi pada beberapa siswa saat pembelajaran, dll.
  5. Mempersilahkan para pengamat menyampaikan komentar berdasarkan pada hasil
  6. pengamatannya. Jika setiap pengamat hanya mengamati 1 kelompok (pengamat pada lesson study awal, waktu belajar) maka moderator mempersilahkan semua pengamat satu  persatu sampai selesai.
  7. Setelah satu orang menyampaikan komentarnya, moderator mempersilahkan pengamat lain atau juga moderator sendiri untuk menyampaikan tanggapan terhadap komentar tersebut.
  8. Setelah satu masalah tuntas didiskusikan, maka moderator mempersilahkan pengamat lain.
  9. Jika peserta telah terbiasa mengamati pembelajaran (misalnya sudah 5  kali atau lebih
  10. pengamatan dalam kegiatan buka kelas), moderator dapat mengatur jalannya diskusi  refleksi secara lebih bebas. Yakni setelah guru buka kelas menyampaikan refleksi, ia dapat
  11. mempersilahkan pengamat selanjutnya menyampaikan temuannya yang mana masalah yang
  12. dimunculkan langsung dibahas bersama dengan pengamat lainnya. Dengan demikian, diskusi
  13. berlangsung menarik dan mendalam.
  14. Setelah semua pengamat menyampaikan komentar, akhirnya moderator mempersilahkan
  15. pakar untuk melakukan refleksi akhir.
  16. Moderator menutup acara refleksi.

 

  1. E. Pedoman Pada Waktu Refleksi

Kegiatan refleksi harus dilaksanakan segera setelah selesai pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar setiap kejadian yang diamati dan dijadikan bukti pada saat mengajukan pendapat atau saran terjaga akurasinya karena setiap orang dipastikan masih bisa mengingat dengan baik rangkaian aktivitas yang dilakukan di kelas. Dalam kegiatan ini paling tidak ada tiga orang yang harus duduk di depan yaitu Kepala Sekolah, Guru yang melakukan pembelajaran, dan tenaga ahli yang biasanya datang dari Perguruan Tinggi. Dalam acara ini, Kepala Sekolah dan fasilitator bertindak sebagai  pemandu diskusi dalam refleksi.

Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan dalam refleksi adalah sebagai berikut:

  1. Fasilitator memperkenalkan peserta refleksi yang ada di ruangan sambil menyebutkan masing-masing bidang keahliannya.
  2. Fasilitator menyampaikan agenda kegiatan refleksi yang akan dilakukan (sekitar 2 menit).
  3. Fasilitator menjelaskan aturan main tentang cara memberikan komentar atau mengajukan umpan balik. Aturan tersebut meliputi tiga hal berikut: (1) Selama diskusi berlangsung, hanya satu orang yang berbicara (tidak ada yang berbicara secara bersamaan), (2) Setiap peserta diskusi memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara, dan (3) Pada saat mengajukan pendapat, observer harus mengajukan bukti-bukti hasil pengamatan sebagai dasar dari pendapat yang diajukannya (tidak berbicara berdasarkan opini).
  4. Guru yang melakukan pembelajaran diberi kesempatan untuk berbicara paling awal, yakni mengomentari tentang proses pembelajaran yang telah dilakukannya. Pada kesempatan itu, guru tersebut harus mengemukakan apa yang telah terjadi di kelas yakni kejadian apa yang sesuai harapan, kejadian apa yang tidak sesuai harapan, dan apa yang berubah dari rencana semula. (15 sampai 20 menit).
  5. Berikutnya perwakilan guru yang menjadi anggota kelompok pada saat pengembangan rencana pembelajaran diberi kesempatan untuk memberikan komentar tambahan.
  6. Fasilitator memberi kesempatan kepada setiap observer     untuk mengajukan pendapatnya. Pada kesempatan ini tiap observer memiliki peluang yang sama untuk mengajukan pendapatnya.
  7. Setelah masukan-masukan yang dikemukakan observer dianggap cukup, selanjutnya fasilitator mempersilahkan tenaga ahli untuk merangkum atau menyimpulkan hasil diskusi yang telah dilakukan.
  8. Fasilitator berterimakasih kepada seluruh partisipan dan mengumumkan kegiatan lesson study berikutnya.

Pedoman bagi Peserta Refleksi

  1. Komentar seharusnya berdasarkan hasil observasi
  2. Komentar seharusnya lebih ditekankan pada kegiatan siswa dalam pembelajaran
  3. Jika komentar berkaitan dengan kinerja guru sebaiknya peserta mengungkapkan segi positif disamping kritik negatifnya
  4. Komentar negatif sebaiknya dikemukakan secara halus dan dihindari kesan “menggurui”
  5. Hindari komentar yang sifatnya sanjungan.
  6. Perlu digunakan istilah “pembelajaran kita” bukan “pembelajaran guru Open Class” karena pembelajaran itu dirancang secara bersama-sama.

 

  1. F. Pedoman Pembuatan Lembar Observasi
    1. Perlu diingat bahwa yang menjadi fokus observasi adalah proses belajar siswa
    2. Fokus pengamatan yang ditawarkan pada lembar observasi hanya bersifat alternative. Para observer bisa menambah/menguranginya sesuai keperluan masing-masing dengan tetap fokus pada kegiatan belajar siswa.
    3. Komponen yang akan diobservasi hendaknya dibuat lebih spesifik dan lebih rinci

BEBERAPA CONTOH KOMPONEN YANG AKAN DIOBSERVASI

  1. Kapan siswa mulai belajar?
  2. Kapan siswa bosan belajar?
  3. Apa yang bisa anda pelajari dari proses pembelajaran tersebut?
  4. Bagaimana interaksi yang terjadi antar siswa?
  5. Bagaimana interaksi yang terjadi antar siswa dengan guru?
  6. Bagaimana proses eksplorasi pemahaman materi ajar oleh siswa?
  7. Manfaat apa yang anda peroleh dari kegiatan pembelajaran hari ini?
  8. Apakah semua siswa memahami pelajaran hari ini?
  9. Apakah saya telah melihat seluruh kondisi belajar siswa?
  10. Jika ada siswa yang tidak belajar pada pelajaran hari ini, siapa sajakah mereka?
  11. Bagaimana sikap dan situasi belajar mereka sepanjang pembelajaran?
  12. Apakah ada bagian di mana saya dapat menjelaskan dengan lebih baik?
  13. Apakah ada bagian di mana saya tidak perlu menjelaskan terlalu banyak?
  14. Apakah kegiatan belajar dan materi belajar mengajar telah tepat untuk pelajaran hari ini dan pemahaman siswa?
  15. Apakah persiapan saya sudah cukup?
  16. Apakah saya telah mengatur waktu dengan efektif?

 


BAB III

PENUTUP

Setelah mengkaji dan menganalisis dengan seksama antara kajian teoritis dan praktek Lesson Study di SMP Negeri 1 Pengadegan dapat disimpulkan:

  1. Pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara kolaboratif dengan prinsip kolegalitas dan mutual learning di antara sesame guru baik yang satu mata pelajaran maupun berbeda mata pelajaran akan meningkatkan kualitas pembelajaran.
  2. Secara bertahap dan berkelanjutan, profesionalisme guru SMP Negeri 1 Pengadegan akan mengalami peningkatan baik secara gradual, progesif serta penurunan tingkat disparitas kemampuan guru dalam pembelajaran.
  3. Prinsip kolegalitas dan mutual learning semakin berkembang sehingga akan ada keselarasan antara peningkatan profesionalisme guru secara menyeluruh dengan tujuan pembelajaran pada khususnya dan tujuan pendidikan pada umumnya.
  4. Pada prinsipnya pelaksanaan Lesson Study yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pengadegan memberikan efek positif pada peningkatan kualitas pembelajaran dan peningkatan profesionalisme guru secara bertahap dan berkelanjutan.

 


DAFTAR PUSTAKA

Indonesia (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

 

Indonesia (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional.

PELITA. 2009. Panduan Untuk Lesson Study Berbasis MGMP dan Lesson Study Berbasis Sekolah. Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Republik Indonesia.

 

PELITA. 2009. Panduan Untuk Peningkatan Proses Belajar dan Mengajar. Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Republik Indonesia.

 

PELITA. 2009. Pelatihan Trainer Nasional. Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Republik Indonesia.

LEMBAR OBSERVASI

OPEN CLASS LESSON STUDY

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

Mata Pelajaran            :

Hari, Tanggal              :

Kelas                           :

Guru Open Class         :

Observer                      :

No Komponen Kegiatan Siswa Deskripsi Pengamatan Waktu
1. Pendahuluan

 

 

 

   
2. Kerja Individu

 

 

 

   
3. Diskusi Kelompok

 

 

 

   
4. Mengerjakan Kuis

 

 

 

   
5 Penutup

 

 

 

   
6. Pelajaran berharga yang dapat diambil dari pengamatan pembelajaran :

 

 

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARAN

LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS)

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

Hari, Tanggal                      :

Mata Pelajaran                 :

Observer/Pengamat      :

No Komponen Deskripsi Pengamatan Waktu
1 Apakah siswa dapat berpikir pada topik pembelajaran saat ini?

 

 

 

   
2 Siapakah siswa-siswa yang tidak dapat belajar pada pembelajaran saat ini?

 

 

 

   
3 Menurut anda, mengapa siswa-siswa tersebut tidak dapat belajar pada saat ini?

 

 

 

   
4 Untuk membuat siswa dapat belajar cara dan alat  apa yang digunakan oleh guru Open Class? Apakah berhasil?

 

 

   

LEMBAR OBSERVASI

OPEN CLASS LESSON STUDY

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

Mata Pelajaran            :

Hari, Tanggal              :

Kelas                           :

Guru Open Class         :

Observer                      :

No Komponen Kegiatan Siswa Deskripsi Pengamatan Waktu
1. Interaksi antara siswa dan siswa (berdiskusi, ngobrol, atau mengganggu teman)

 

   
2. Interaksi antara siswa dan guru (mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dsb)

 

   
3. Interaksi antara siswa dan sumber belajar/media/LKS (membaca buku, mengerjakan tugas, menggunakan alat percobaan, dsb)    
4. Siswa pasif (topang dagu, melamun, dsb) atau bermain-main (jari-jari, pensil, penggaris, ball-point, dsb)

 

   
5 Siswa diam karena berpikir dan perhatian (mendengarkan pertanyaan guru, memperhatikan penjelasan guru, memperhatikan pertanyaan atau jawaban teman, dsb)    
6         Pelajaran berharga yang dapat diambil dari pengamatan pembelajaran :

 

LEMBAR OBSERVASI OPEN CLASS

LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH

SMP NEGERI 1 PENGADEGAN

Mata Pelajaran            :

Hari, Tanggal              :

Kelas                           :

Guru Open Class         :

Observer                      :

No Komponen Deskripsi Pengamatan Waktu
1. PENDAHULUAN

 

 

 

   
2. PENGAMATAN

 

 

 

   
3. KERJA KELOMPOK

 

 

 

   
4. PRESENTASI

 

 

 

   
5 PENUTUP

 

 

 

   
6. Pelajaran berharga yang dapat diambil dari pengamatan pembelajaran :

 


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: